The Actor of Village Boy

untuk meraih mimpi seseorang perlu kerja keras bukan tempatnya yang kerenan dan gengsi


            Banyak yang berharap keluar negeri itulah kenapa orang-orang banyak yang mengincar beasiswa keluar negeri. Tidak sedikit pula ada yang memakai uang sendiri untuk meraih impiannya..inilah kisah perjuanganku dari desa terperosok yang jauh dari kota, yang berjuang meraih mimpi yang mustahil dari desa.

            Kisah perjuangan ku dimulai dari saat aku masuk di sekolah menegah atas. Disaat itu guruku bertanya kepada teman-teman tentang mimpi “anak-anak apakah kalian punya mimpi ke luar negeri” jawab salah satu temanku “aku kemarin ke luar negeri pak dengan tidur” semua teman-teman tertawa dengan kelakuan salah satu temanku itu bahkan ada yang sampai mengeluarkan air mata

            Pada saat jam istirahat aku masih terbawa dengan perkataan pak guru tadi. sampai-sampai aku di tegur sahabat karena sering mengigau. ”kamu kenapa sih yud kok mengigau terus” jawab aku dengan cemas “apakah bisa kita ke luar negeri kan sekolah kita ada di desa dan bukan di kota madya maupun di kota kabupaten. Pada saat itulah aku dan sahabat sejati merasa pesimis dengan mimpi itu

            satu minggu sebelum pelaksanaan un atau ujian nasional. mimpi itu baru terasa ketika ada sebuah film yang menginspirasi dari sebuah televisi. Aku merasa terpaku dalam film itu yang menceritakan sebuah anak desa yang bisa pergi keluar negri dengan prestasinya dan saat itulah aku membuat kata-kata indah di dalam kamar dengan secerca harapan agar bisa menggapai mimpi itu.

            Hari spesial sekalian menyedihkan adalah sehabis un dengan melepas beban yang banyak akibat beban yang terlalu banyak saat mengerjakan soal. Akhirnya aku sama sahabatku memutuskan untuk jalan-jalan dengan mengelilingi suatu kota. Dan pas saat berhenti ketika temanku buang air kecil. aku melihat sekolah yang sangat megah di kota madya yang berisi anak-anak genius dan cerdas. aku merasa sedih ketika melihat kembali di sekolahku. aku merasa gelisah dan cemas ketika melihat sekolah itu dengan fasilitas seperti gedung mewah dan banyak dimasuki alumni hebat.sahabatku bergegas melakukan perjalanan kembali. di saat perjalanan aku sempat bertanya ”bro sekolanya megah banget ya bukan seperti sekolah kita yang jelek dan amburadul”. ”biasa aja.walaupun fasilitasnya lengap belum juga mereka cerdas semua”jawab sahabatku dengan santai.

            Pada saat pengumuman pun berlangsung dan pak guru membacakan pengumuman  dan hasilnya kami lulus dengan nilai pas-panan dan hanya sedikit yang tertinggi. aku mendapat nilai sedikit tinggi. aku sedikit tersenyum mengetahui hasilku.lalu aku memeluk ibu ku dan berkata ”aku pasti lulus di PTN”.lalu ibuku berkata”jangan terlalu tinggi menggapai PTS juga bagus kualitasnya”.

            Kemudian dan di saat itulah aku ingin mengetahui hasil PMDK di sebuah perguruan tinggi negeri dan pada akhirnya aku dinyatakan gagal.hatiku terasa hancur urat nadiku seperti terhenti oleh waktu. aku menagis sampai airmataku tidak terbendung lagi.lalu aku merenung di ranjang dengan tatapan kosong. aku berusaha tegar untuk cobaan ini

            dua minggu sesudah kejadian itu aku mengambil ijazah si sekolah. kemudian guru favorit siswa melintas didepanku.guru yang kugagumi itu mengasih saran kepadaku untuk mengikuti tes SBMPTN. namun aku masih pesimis sejak aku gagal tes jalur PMDK. nammun guruku itu memberikan motivasi berlebih untuk bisa lolos masuk perguruan tinggi negeri.

            satu hari sebelum tes SBMPTN.ibuku sempat menyarankanku untuk mencari perguruan tinggi swasta yang terbaik untuk mengantisipasi kegagalan tesku.namun aku tidak menghiraukannya dan memfokuskan diri untuk tes besar tersebut.

            Hari spesial itupun tiba akupun sangat siap untuk pertarungan tersebut.dengan semangat berkebu kebu hatiku merasa berapi-api untuk balas dendam dengan kekalahan kemarin.disaat itulah aku bertemu dengan ribuan siswa yang bersaing untuk memperebutkan satu kursi singgahsana di PTN.

            Setelah menunggu 30 hari.akhirnya aku ingin melihat hasil masuk perguruan tinggi negeri untuk terakhir kalinya lewat jalur SBMPTN. hatiku merasa bedetak kencang. kecemasanpun datang melanda. dan saat dibuka dan hasilnya adalah. ”MOHON MAAF,PESERTA ATAS NAMA YUDI PRATAMA SASUKE DENGAN NOMOR UJIAN 2000015019203 DINYATAKAN TIDAK LULUS SBMPTN 2009”. seketika hatiku hancur berkeping-keping mengingat hasih jerih payah belajar siang sampai malam berakhir kegagalan. nagispun tidak dapat dihindarkan lagi dan malam pun menjadi hujan yang memilukan.

            Keesokan harinya akupun kembali kesekolah untuk curhat tentang kegagalanku kemarin. pak guruku bertingkah biasa aja. dan saat itulah aku berkata kasar kepada guru favoritku “pak anak desa sepertiku memang mustahil untuk keluar negeri” jawab dengan nada keras.guruku masih tenang aja dan berkata halus kepadaku sambil memberiku universitas swasta terbaik di salatiga. “ini kubirikan sesuatu kepadamu sebuah brosur. ini adalah universitas kristen terbaik yang ada dikota salatiga apa saya daftarkan sekalian”.pikiranpun mulai bingung dan pada akhirnya aku menjawab dengan nada pasti ”saya pikir-dulu ya pak”. “ok tidak masalah” jawab pak guru dengan santai dan tersenyum.

            Malam harinya aku berkonsultasi dengan ibuku tentang universitas swasta itu.ibuku memberikan lampu hijau karena dia sudah mengetahui universitas itu dari bibiku. Aku merasa lega dan berjanji tidak akan mengecewakan ibuku. Ibuku memberi pesan kepadaku  “kalau kamu ingin masuk ke universitas itu bersunguh-sungguhlah dalam belajar dan menekuninya”. Dengan senyum aku membalasnya “ok aku akan berusaha dan berprestasi”.

            Keesokan harinya aku kembali kesekolah lagi dan langsung mendaftarkan universitas itu kepada guruku.setelah berjalan beberapa lama akhirnya berkas-berkas pendaftaranku diterima juga oleh pihak kampus. Senyum wajahku tidak terbendung sebagai anak desa aku merasa senang walaupun merasa kuno atau ketinggalan jaman.

            Selanjutnya momen yang ku tunggu setelah pendaftaran.seminggu kemudian aku mendapat info dari guruku kalau aku keterima di universitas kristen di salatiga.lalu aku  sempat tidak tidak percaya kepada guruku, lalu aku diajak guruku di lab komputer membuka websaite dan akhirnya “SELAMAT,PESERTA ATAS NAMA YUDI PRATAMA SASUKE DENGAN NOMOR UJIAN 2000921232123 DINYATAKAN  LULUS PMDK 2009” aku langsung tidak percaya aku merasa gembira. Pak guru langsung memujiku dan mengasih pujian untukku. inilah satu langkah untuk merubah anak desa menjadi anak kota ataupun anak desa sejati yang memperjuangkan desanya.

            Lanjut masa ospek.masa ini adalah masa mahasiswa baru untuk mengetahui lingkungan kampus dan inilah kisahku. Kisah salah satu kampus yang akan bisa membawaku ke luar negeri dan pandanganku tidak lepas dari teman. Mayoritas tempatku menuntut ilmu adalah rata-rata keturunan cina bahkan ada yang berwajah seperti bule. aku sedikit minder tetapi aku yakin dengan kemampuanku sendiri.

            Masa-masa kuliah kulalui dengan semangat 45.banyak teman dari berbagai suku kujumpai dan aku sekarang punya banyak teman di kampus itu. Tugas selalu menghujaniku tetapi aku tetap bersemangat untuk mengejarkannya dan saat paling kutunggu adalah ujian semesteran pertama bagiku sebagai mahasiswa di suatu universitas terkenal di salatiga.

            Pada akhir semester yang telah kulalui aku mendapaat hasil yang memuaskan. IP pertamaku adalah 3,91 dan itupun tertinggi seangkatanku.serasa hatiku mendadak melayang nan indah. Aku sempat di puji oleh teman-temanku dan oleh dosen pembimbingku. “wah selamat ya hebat banget kamu padahal kamu kan dari anak desa plosok”. kata temenku dengan senyum dan inilah adalah momen yang menakjubkan saat aku kuliah.

            Pada akhir semester adalah masa-masa untuk merebut impian itu. 7 semester dan 4 tahun sudah ku lalui untuk meraih mimpi-mimpi anak desaku yang bisa keluar negeri dari PTS kristen ternama di salatiga.saat itu aku sedang mengajukan skripsi ke dosen dan sempat bertanya pada dosen tentang beasiswa luar negeri itu. lalu dosenpun hanya berbicara Cuma sebatas skripsi dan menghiraukan beasiswa keluar negeri, keluar dari ruang dosen langsung mengerjakan skripsiku. Banyak coretan yang harus segera ku perbaiki agar cepat kelar dan meraih mimpi-mimpi itu.

            Di saat aku mengerjakan skripsiku. aku sedikit mengingat kembali ke masa-masa putih abu-abu dengan banyak motivasi yang membuatku semakin maju. Aku kembali ke kos lalu membuka album foto yang indah. Disana terdapat wajah-wajah yang tak asing bagiku.setelah membuka foto lanjut mengerjakan skripsi dan harus terfokus sampai selesai.

            Malam harinya aku makan di tempat biasa yang menemaniku sehari-hari dan tidak sengaja aku bertemu dengan sahabat sejatiku di sekolah desa yang damai.”woi bro masih ingat saya tidak”dengan suara mengejek. “woh masih bagawan purboalam kan?”jawab dengan ejekan juga.” sekarang aku kerja sebagai pengusaha lele kalau kau gimana?” jawabku dengan semangat  “aku kuliah di universitas kristen di salatiga” lalu kami mengobrol sampai larut malam dengan candaan-candaan yang membuat kami kangen.

            Pada akhirnya sidang pun dimulai.saat-saat cemas melandaku dan pada akhirnya sidangpun dimulai.disaat itulah mentalku sesungguhnya di uji disini.banyak komentar dosen dan penguji disana bahkan ada banyak masukan min dan plus dari tim penguji dalam sidangku kali ini. aku merasa cemas tingkat dewa.yang seakan menusuk ku dari belakang dan perlahan-lahan membuatku sakit tetapi semangatku tidak akan udar walaupun disakiti dan dimaki berkali kali.mimpi yang segara datang secepatnya.

            seminggu kemudian aku dinyatakan lulus dalam skripsi oleh dosen. dan aku langsung berlari menuju lapangan kampus yang megah nan elok. aku tidak berhenti mengucap syukur kepada tuhan yang maha esa. dan memberi kabar kepada orang tuaku bahwa anaknya telah lusus dari kampus terhebat itu pada akhirnya akupun wisuda dengan memakai toga nan kern itu dan membanggakan buat ortu dan teman-teman dari Desa.

            Lanjut kemasa mengejar mimpi.mimpi sedikit lagi kuraih. ku mengikuti berbagai kursus bahasa inggris dengan gratis. ku niatin sampai aku bisa berbahasa inggris dengan lancar. selalu berdoa dan selalu beribadah adalah jalan bagiku untuk mimpi dan kelancaranku dalam beraktivitas mencari beasiswa di website dan selalu bertanya kepada pihak kampus secara terus menerus.

            Dan pada akhirnya pencarianku mulai dihentikan.papan pengumuman memasang informasi beasiswa ke luar negeri. di saat itulah semangat 45 ku semakin ku genjot agar mendapatkan itu semua. ku kembangkan bahasa inggrisku dan pada akhrnya aku mendapat nilai IELTS sangat tinggi. hatiku serasa mau meledak ceria dan ingin buru-buru untuk mendapatkan beasiswa itu.

            Dan final dari perjalan ini mulai usai. aku sudah mengirim berkas ku dan siap untuk menunggu hasil pengumuman beasiswa. ku tunggu berhari-hari dengan rasa cemas tingkat dewa.telpon berdering mendadak dan mendapat jawban “SELAMAT NAK!!!!!!!!!!!!!” Aku bingung dengan perkataan dosen pembimbingku. “ADA……..APA YA PAK ?” dengan wajah pesimis. “KAMU…..IYA…..KAMU KETERIMA DI UNIVERSITAS LYON DI PERANCIS”. sontak aku menangis bahagia berteriak di tengah lapangan universitas pada malam hari dan sambil sujud syukur atas semua itu.

            Dan pada akhirnya kisahku dah selesai.pada intinya perguruan tinggi negri semua sama aja Cuma kita yang harus berusaha lebih dan maksial.

What's Your Reaction?

marah marah
0
marah
benci benci
0
benci
suka suka
0
suka
sedih sedih
0
sedih
wow wow
0
wow
senang senang
0
senang
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals