5 Jenis Kerusakan Kamera DSLR Yang Paling Sering Terjadi

Yuk pahami kerusakan kamera DSLR biar bisa diantisipasi


Bagi pecinta fotografi, kamera DSLR merupakan salah satu yang kita idam-idamkan untuk dimiliki. Tentu, kamera DSLR tentu bukan barang yang murah, ada yang memang memiliki kemampuan finansial yang mudah untuk membelinya, ada pula yang hingga menabung beberapa bulan demi dapat membeli kamera DSLR untuk modal memotret. Nah, meskipun kita mudah membelinya, tentu sangat disayangkan kalau kamera yang biasa kita bawa kemana-mana rusak dan tidak bisa digunakan dengan maksimal, apalagi bagi yang mendapatkan kamera dengan susah payah.

Yang perlu diingat bahwa kamera DSLR yang  kita beli merupakan barang elektronik yang apabila kita luput menjaga, akan berpotensi mengalami kerusakan atau masalah tertentu. Terlebih lagi komponen yang menyusun kamera DSLR banyak, perlu ekstra hati-hati untuk menjaganya.

Agar dapat mencegah masalah yang akan menimpa kamera DSLR kita, sebaiknya kita perlu tahu kira-kira apa saja masalah atau kerusakan yang paling terjadi pada kamera DSLR. Berikut ini beberapa kerusakan dan cara mencegahnya

1. Sensor Kamera DLSR Kotor

chip.co.id

Masalah sensor kamera kotor menjadi masalah yang paling sering terjadi apabila kita memiliki kamera. Kotoran yang ada pada sensor bukan karena ada benda kotor, namun biasanya ada debu yang menempel pada sensor. Meskipun letak sensor berada dalam kamera, debu bisa saja masuk ke dalam bodi kamera saat memutar lensa untuk focusing dan zooming. Debu pada sensor ini akan menjadi masalah apabila debu yang menempel terlalu banyak sehingga hasil foto tidak maksimal. Kalau sudah begini, debu yang menempel bisa dibersihkan ke service center atau bisa juga diperbaiki sendiri. Cara mencegahnya yang paling efektif adalah selalu tempatkan kamera apabila sedang tidak digunakan pada wadah yang tertutup, dan selalu jaga dalam keadaan bersih apabila kamera selesai digunakan dan akan disimpan.

2. Sirkuit Elektronik terkena Air

lensakamera.net

Masalah kamera kemasukan air ini bisa jadi karena kita kurang hati-hati menjaga kamera kita. Bisa saja lepas dari pengawasan kita atau tanpa sengaja menjatuhkan kamera DSLR kemudian ada retak di bodi kamera yang tidak kita sadari. Lalu secara tidak sadar ada air yang masuk ke dalam bodi kamera dan merembes ke bagian sirkuit elektronik. Tak hanya itu, sensor yang terkena air juga menyebabkan kamera menjadi tidak berfungsi. Namun kalau kita lekas sadar bahwa kamera kita kemasukan air, maka langkah yang harus diambil adalah lepas baterai dan kartu memori dan keringkan kamera berikut bagian dalam kamera yang dapat dijangkau, bisa juga dengan menggunakan hair dryer. Apabila tetap tidak mau menyala, sebaiknya segera dibawa ke service center.

3. Lensa Berjamur

www.warungkamera.com

Masalah jamur pada lensa ini juga kerap sekali terjadi. Jamur dapat menyerang lensa kita karena kita tinggal di daerah tropis yang apabila udara dalam keadaan lembab, mudah sekali jamur hadir. Sedangkan jamur ini dapat berkembang biak dengan cepat seiring deengan tingginya tingkat kelembaban udara. Pada kondisi jamur sudah menyerang lensa dengan banyak, sebenarnya kamera kita tetap bisa digunakan, namun akan muncul bintik bintik pada foto yang dihasilkan, bahkan akan terlihat seperti berkabut apabila benar-benar banyak. Untuk perbaikan jamur dalam tingkat wajar, cukup menggunakan cairan pembersih lensa yang khusus dan lap yagn bersih. Namun apabila kondisi jamur sudah parah, sebaiknya segera bawa ke service center.

4. Autofocus tidak berfungsi

kelasfotografi.wordpress.com

Nah kerusakan ini sering terjadi akibat kita kurang hati-hati menggunakan kamera sehingga terjatuh mengenai lensa dan menyebabkan motor autofocus susah bergerak. Selain itu, jaga selalu kebersihan kamera kita karena bisa saja motor autofocus tidak berfungsi karena banyaknya debu atau kotoran yang menghambat kinerja motor auto focus tersebut.

5. Diafragma Macet

reselected.blogspot.co.id

Komponen diafragma ini kerjanya membuka dan menutup untuk menentukan seberapa besar bukaan pada kamera. Sebenarnya masalah ini sudah jarang terjadi pada lensa modern masa kini. Kerusakan ini kebanyakan dijumpai pada lensa manual yang masih menggunakan ring untuk membuka dan menutupnya. Untuk mencegahnya cukup selalu menutup diafragma pada ukuran yang paling kecil.

Nah setelah kita tahu beberapa masalah yang paling terjadi pada kamera DSLR kita, semoga kita bisa mencegah kerusakan-kerusakan tersebut dan kamera kita bisa makin awet untuk digunakan.

What's Your Reaction?

marah marah
0
marah
benci benci
0
benci
suka suka
0
suka
sedih sedih
0
sedih
wow wow
0
wow
senang senang
0
senang
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals